Jumat, 20 Agustus 2010

Salah paham tentang masjidil aqsa


Bismillah....
Dengan ini saya mohon maaf yg sebesar-besarnya apa bila ada kesalahan,baik dalam penulisan atau tempat kejadian.saya mohon dengan sangat koreksi dari kalian semua,dan saya akan dengan senang hati pabila ada dari kalian tuk memberikan nasehatnya pada saya,karena walau bagaimanapun saya masih dalam tahap belajar.semoga rabb meridhoi.amiiiiin.

Telah di tetapkan dalam hadis shshihain(dua hadis shahih)bukhori dan muslim,bahwa abu dzar "bertanya"kepada rosul,tentang masjid yang pertama kali di bangun di muka bumi ini.beliau(rosul)menjawab "al-haram",lalu abu dzar bertanya lagi,kemudian masjid apa?,beliau menjawab "al-aqsa". dan jarak keduanya adalah 40 tahun.
para ulama menjelaskan,bahwa yang membangun masjidil aqsa adalah "nabi ya'qub" kemudian di perbaharui oleh nabi sulaiman.
Sekarang kita perhatikan....umumnya mereka memiliki persepsi yang salah tentang masjid ini(al-aqsa),dan sepertinya pokok kesalahan ini kembali kepada "kecintaan"pemeluk agama masing-masing(islam,nasrani,dan yahudi)yang begitu mendalam pada tempat ini.masing-masing memiliki keyakinan khusus pada tempat ini.
selain dari "penyebutan"nama-nama dan istilah yang di miliki secara khusus oleh masing-masing agama.hal ini menyebabkan adanya "kerancuan"dan pengaruh kepada kaum muslim.
Ketika "ahli sejarah" menulis tentang kota yang "istimewa"ini,mereka menulis tentang yang haq dan bathil,masing-masing berpendapat sesuai dengan konsumsi dan keyakinannya.
terlebih lagi orang-orang "orientalis yahudi"yang memiliki peran dalam "memalsukan"sejarah,dan membalikan fakta,yang ahirnya adalah untuk "mewujudkan"kemaslahatan negara yang mereka klaim.
oleh karena itu...sudah menjadi "keharusan"bagi kita sebagai muslim untuk meluruskan sebagian kesalahan yang menyebar tentang masjidil aqsa.
di antara penjelasannya adalah sebagai berikut:
1.manusia tidak membedakan antara "kubah batu"dengan "tempat salat"masjidil aqsa.
sepertinya,sebagaimana yang di isyaratkan oleh sebagian "peneliti"modern ,bahwa maksud yahudi dalam hal ini adalah "mengikatkan"manusia dengan apa-apa yang tidak memiliki kesucian,hingga jika mereka(yahudi) berkehendak "merusak"masjid al-aqsa,kaum muslim tidak peduli dengan apa yg di perbuat oleh yahudi.
2.bahwasanya halaman yang "mencakup"mushalla al-aqsa dan kubah shakrah serta tempat yang "di tinggikan"dan kubah-kubah,jalan-jalan,dan pohon-pohon,semua itu masuk di bawah nama "kompleks"masjid al-aqsa,bahkan bangunan itu adalah"mushalla"masjid al-aqsa.dan termasuk salah satu bagian dari masjid tersebut.atau bukan hanya mushalla yg dibangun oleh "umar",akan tetapi....masjid al-aqsa meliputi semua yang di bangun oleh sulaiman.
3.tidak ada keutamaan satu pun dari atsar(riwayat)yang di sebutkan khusus bagi "batu"yang ada di bawah(yang sekarang di sebut "kubah shakrah")yang berlapis emas itu,bahkan kubah tersebut hanyalah salah satu bagian dari masjidil aqsa,tidak lebih.
4.tidak ada dalil shahih,bahwa yang berhaji maka wajib baginya untuk menyempurnakan hajinya dengan "menziarahi"masjidil aqsa.
5.shakrah...sebuah batu di pelataran masjid tersebut,telah di kisahkan sekitar batu ini dari berbagai kisah yang banyak sumbernya,antaranya:A.mereka menganggap bahwa "seluruh"air di permukaan bumi keluar dari bawah masjid tersebut.
B.mereka "mengklaim"bahwa batu tersebut tergantung di antara langit dan bumi.
C.shalat di bawahnya memiliki keistimewaan khusus.
D.mereka "menyatakan"bahwa saat nabi di isra'kan ke langit,batu tersebut "naik"bersama beliau,maka beliau memerintahkannya untuk diam.
E.mereka mengklaim bahwa nabi saat shalat di bawahnya,dan bersama-sama beliau saat itu adalah "sekumpulan"para nabi.
F.mereka beranggapan bahwa di atas shakrah ada "bekas"telapak kaki nabi dan bekas surbannya,bahkan ada ada yang berkeyakinan bahwa ia adalah "tampak"kaki tuhan.
6.mihrab dawud:adalah sebuah "keyakinan"dari orang-orang awam,bahwa nabi dawud "yang telah"membangunnya,dan dulu beliau shalat di sana.sekarang tempat itu berada di pertengahan mushalla masjid al-aqsa.
catatan:yang benar adalah...bahwa tempat tersebut "di bangun"di masa abdul malik bin marwan.sepertinya.....mentakwil penisbatannya kepada nabi dawud tidak di ragukan lagi,bahwa penisbatan peninggalan sejarah ini kepada "nabi-nabi"bani israil adalah sebuah ketamakan yang di lakukan oleh orang-orang yahudi "untuk"menambah perbendaharaan dalil-dalil mereka yang menguatkan hak mereka atas bumi tersebut secara kedustaan dan penipuan.
7.istablat sulaiman/tempat kuda sulaiman(dulu)atau sekarang (mushalla marwani) adalah sebuah tempat yang terletak di bagian bawah sisi tenggara dari mushalla masjidil aqsa,yang luasnya mencapai 3750 meter persegi.banyak di antara manusia yang meyakini bahwa tempat itu adalah"bangunan"sulaiman.
8.di katakan dengan tembok yang kaum muslim"menamainya"dengan tembok buraq,sebagai penisbatan kepada ikatan buraq yang di "kendarai"oleh nabi dlam isra' beliau ke masjidil aqsa.padahal tidak ada dalil shahih yang menyatakan bahwa buraq di ikat di tembok tersebut.lebih-lebih lagi ada sebagian manusia menamainya sebagai tembok al-mabka(ratapan).itu adalah "penamaan"orang-orang yahudi.karena menurut mereka(yahudi)tembok tersebut adalah salah satu bagian yang "tersisa"dari haikal sulaiman.
9.khithah...satu pintu dari pintu-pintu masjidil aqsa.kebanyakan manusia awam berkeyakinan bahwa pintu tersebut di namai demikian karena pada waktu itu Allah "memerintahkan"bani israil untuk masuk ke masjidil aqsa dengan berkata khithah,yang maksudnya (mohon ampunanmu ya Allah),tapi mereka(bani israil)malah berkata "hinthah"(mohon gandum ya Allah).
10.tentang pahala shalat di dalamnya,maka hadits paling shahih yang mengatakan bahwa "shalat di dalmnya lebih utama dari pada 250 shalat di masjid lainnya"syekh al-bani berkata:riwayat paling shahih tentang keutamaan shalat di masjid lliya' atau masjid al-aqsa adalah hadits abu dzar-semoga ALLAH "mengembalikan"kepada umat islam beserta negeri palestina-dia berkata:"sekali shalat di masjidku ini(al-haram)lebih baik dari pada "empat"kali shalat di sana(baitul maqdis),dan dia sebaik-baik mushalla. HR.thahawi,hakim,baihaqi,dan thabrani.(silsilah shahihah:sarah hadits 2902,6/401,al-tsamr al-mustathab;1/548-549.
11.sesungguhnya yang tersiar tentang "masjid ummar" yang terletak dengan "gereja kiamat",bahwa saat itu umar mendatangi baitu maqdis dalam "keadaan"menang,beliau ingin shalat di gereja,akan tetapi...beliau"meninggalkannya",agar tidak di tiru setelah beliau,atau agar tidak di jadikan sunnah oleh kaum muslim.maka kemudian beliau shalat di sebuah tempat "di luar"masjidil aqsa.maka ini tidak benar baik secara "sanad"atau "matan".bagaimana beliau shalat di gereja,atau shalat di luar masjid,sementara beliau "sudah dekat"dengan masjidil aqsa tersebut,yang jaraknya tinggal beberapa meter lagi?(lihat musnad ahmad:261,dengan sanad dhaif,al-albani,al-isra wal mi'raj:hadits no.14.
12.ungkapan mereka tentang tsalist al haramain(tanah haram ke tiga) setelah makkah dan madinah,adalah suatu ungkapan yang tidak teliti dari istilah syar'i,karena tanah haram itu adalah apa yang "di haramkan"baik binatang buruannya dan juga pohonnya.adapun baitul maqdis itdak di haramkan hewan buruannya maupun pohonnya,sebagaimana keadaan di haramain(makkah-madinah),dan hal ini sudah menjadi "kesepakatan"para ulama.
13.tembok buraq as-syarif...adalah sebuah ungkapan yang sudah banyak beredar dari mulut ke mulut.kata-kata as-syarif,yang kembali kepada tembok tersebut,mengandung penghususan,pemuliaan,dan pengisyimewaan bagi tembok tersebut.padahal tempat tersebut di muliakan dengan "keberkahan" secara umum tanpa ada penghususan satu bagian atas bagian lain dari sisi-sisi masjid al-aqsa.lebih-lebih lagi bahwa "keberkahan" yang di riwayatkan untuk tempat tersebut hanyalah pada tempat,bukan pada batu yang darinya masjidil aqsa di bangun.
wallahu a'lam.
sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar-besarnya apa bila ada kesalah pahaman dalam hal ini,baik secara tulisan maupun ucapan,sekiranya saya mohon bimbingan dari kalian semua.karena walau bagaimanapun saya masih dalam tahap belajar.
semoga Allah ridho dengan penulisan ini.
salam alaik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar